Rabu, 12 Juni 2019
Senin, 07 November 2011
Salmonella sample Klinik
Salmonella merupakan
salah satu bakteri penyebab utama dari penyakit
yang disebarkan melalui makanan (foodborne diseases). Umumnya, serotipe
Salmonella menyebabkan penyakit pada organ pencernaan, terjadinya diare
merupakan ciri orang yang mengalami salmonellosis, keram perut, dan demam dalam waktu 8-72 jam setelah
memakan makanan yang terkontaminasi oleh Salmonella.Gejala lainnya adalah demam,
sakit
kepala, mual
dan muntah-muntah
S. enterica adalah S. typhi, S.
typhimurium, dan S. enteritidis merupakan tiga serotipe utama dari
jenis. S. typhi menyebabkan
penyakit demam tifus (Typhoid fever), karena invasi
bakteri ke dalam pembuluh darah dan gastroenteritis, yang disebabkan oleh
keracunan makanan/intoksikasi. Gejala demam tifus meliputi demam, mual-mual,
muntah dan kematian.
S. typhi memiliki keunikan hanya menyerang manusia,
dan tidak ada inang lain. JIka meninfeksi bayi, balita, ibu hamil dan
kandungannya serta orang lanjut usia dapat berakibat fatal karena kekebalan
tubuh mereka menurun.
Mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan yang
dikonsumsi dapat mencegah kontaminasi Salmonella
Salmonella adalah suatu genus
bakteri
enterobakteria
gram-negatif
berbentuk tongkat yang menyebabkan tifus, paratifus,
dan penyakit
foodborne.
Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak bebas dan
menghasilkan hidrogen sulfida ( H2S ). Salmonella
dinamai dari Daniel
Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya,
rekannya Theobald
Smith (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis)
yang pertama kali menemukan bakterium tahun 1885
pada tubuh babi.
Cara Pemeriksaan Salmonella dilaboratorium
dapat diambil bahan pemeriksaan dari :
Darah, Urine, Faeces.
Alat - alat yang diperlukan sebagai berikut
-
Inkubator 370 C
-
Kawat ose
dan jarum tusuk
- Bunsen
- Pinset
-
Rak tabung
reaksi
- Objek
gelas
-
Media penyubur / Selenit/ Larutan Empedu (
Gaal )
-
Agar Mac
Conkey
-
SS agar (Agar Salmonella Shigella)
-
Media Uji
bio Kimia L I M ( lysin indol motil ), TSIA
( triple sugar iron agar )
-
Reagen
Kovacks
-
Anti serum
spesifik Salmonella dan Shigella
-
NaCl 0, 85 %
Tahap pengerjaan
1.Pembiakan Langsung (Direct)
-
Sediakan
perbenihan agar Mac Conkey dan SS agar diberi tanda
-
Tanam
bahan pemeriksaan dengan cara menggoreskan 2 –3 ose bahan pada agar Mac Conkey
dan SS agar, penggoresan secara isolasi.
-
Eramkan
pada suhu 370 C selama 24 jam.
- Untuk
bahan yang berasal dari darah masukkan kedalam media penyubur ( lar empedu inkubasi 24 jam pada suhu 370 c.kemudian diisolasi SS agar).
2.Pembiakan melalui Media Penyubur (Indirect)
-
Sediakan
media penyubur selenit dan MKT steril.
-
Tanam
kira – kira 1 gram atau 1 – 2 ml faeces atau sediaan urine ke dalam media
selenit dan MKT.
-
Eramkan 370
C selama 12 – 16 jam.
3.Skema
pengerjaan
Bahan
pemeriksaan: faeces, urine (sedimen setelah diputar 3000 rpm selama 30
menit), Darah
|
||||
![]() |
||||
Biakan tidak langsung
|
||||
Biakan langsung
|
Selenit, MKT, Lar Empedu
|
|||
SS agar,
Mac Conkey
|
||||
370 C selama 12-16 jam
|
||||
Tanam pada SS agar
( 37o C 1 malam)
|
||||
3
– 4 koloni tersangka masing – masing tanam pada TSIA & LIM
|
|
|||
37o C 1 malam
|
||||
UJi serologi dengan anti serum:
|
||||
- Salmonella
|
||||
- Shigella
|
||||
Catatan : untuk pemeriksaan Salmonella dari darah bila hari pertama
setelah pengeraman tidak terdapat pertumbuham maka keesokan harinya di ulang
isolasi sampai hari ke 7.
3. Ciri – ciri Koloni Tersangka
-
Salmonella
pada SS agar: tidak berwarna, jernih transparan, diameter koloni ± 2 mm,
pada bagian tengah koloni berwarna hitam (adalah ciri koloni S.
paratyphi B, C, dan E).
-
Salmonella
pada Mac Conkey agar: tidak berwarna, jernih transparan, diameter koloni ± 3 mm.
-
Shigella
pada SS agar dan Mac Conkey: tidak berwarna, jernih transparan, diameter koloni
1,5 – 2 mm.
4. Interpretasi Reaksi pada TSIA dan LIM
T S I A
|
L I M
|
Tersangka
|
||||||
Bag. Lereng
|
Bag. dasar
|
Gas
|
H2S
|
Lysine
|
Indol
|
Gerak
|
||
merah
|
kuning
|
-
|
+/-
|
+
|
-
|
+
|
S. typhi
|
|
merah
|
kuning
|
+
|
-
|
-
|
-
|
+
|
S. paratyphi A
|
|
merah
|
kuning
|
+
|
++
|
+
|
-
|
+
|
S.
paratyphi B, C & E
|
|
merah
|
kuning
|
-
|
-
|
-
|
+/-
|
-
|
Sh. flexner
|
|
merah
|
kuning
|
-
|
-
|
-
|
+/-
|
-
|
Sh. boydii
|
|
merah
|
kuning
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Sh. sonnei
|
|
merah
|
kuning
|
-
|
-
|
-
|
+/-
|
-
|
Sh. dysentriae
|
|
Keterangan:
H2S
|
Lysine
|
Indol
|
Gerak
|
|
Positif
|
endapan hitam pada bagian dasar
agar
|
ungu
|
terbentuk cincin merah
|
tumbuh dibagian atas
|
Negatif
|
tidak terdapat endapan hitam pada dasar agar.
|
kuning jernih
|
terbentuk cincin kuning
|
tumbuh sepanjang tusukan
|
5. Uji Serologi
-
Siapkan objek gelas yang
bersih.
-
Teteskan anti serum
spesifik di atas objek gelas tersebut
dan satu tetes NaCl 0, 85% disamping tetesan anti serum.
-
Ambil
biakan bakteri pada TSIA dengan jarum tusuk,
suspensikan pada NaCl (sebagai kontrol ) dan sisanya suspensikan
pada anti serum.
-
Goyang –
goyang selama 0,5 - 1 menit.
-
Ciri
positif terjadi reaksi agglutinasi (terbentuk gumpalan), sedangkan pada
suspensi dengan NaCl hanya terbentuk suspensi homogen.
-
Kalau
tidak terjadi agglutinasi pada isolasi yang pertama, biakan dibuat suspensi
dengan NaCl 0,85 %, lalu dipanaskan dalam air mendidih selama 30 menit. Suspensi ini diputar 3000 rpm selama
15 menit. Endapan yang terjadi dites agglutinasi ulang.
1. FSIS.
2006. foodborne illness and disease. [terhubung berkala] http://www.fsis.usda.gov/Fact_Sheets/Foodborne_Illness_&_Disease_Fact_Sheets/index.asp [11 Apr 2008].
2.
CDC. 2006. Division of Bacterial and Mycotic Diseases Salmonellosis.http://wwwn.cdc.gov/travel/contentDiseases.aspx#salm
[11 Apr 2008].
3.
King S, Metzger WI. 1968. A new plating medium for the
isolation of enteric pathogens. I. hektoen enteric agar. Appl Microbiol
16(4):577-578
4.
Taylor WI, Schelhart D. 1970. Isolation of Shigellae.
8. Comparison of xylose lysine deoxycholate agar, hektoen enteric agar,
Salmonella-Shigella agar, and eosin methylene blue agar with stool specimens. Appl
Microbiol 21:32-37.
5.
Ryan KJ, Ray CG (editors) (2004). Sherris Medical
Microbiology (edisi ke-4th ed.). McGraw Hill. ISBN 0-8385-8529-9.
6.
Giannella
RA (1996). "Salmonella". di dalam Baron S et al
(eds.). Baron's Medical Microbiology (edisi ke-4th ed.). Univ of
Texas Medical Branch. ISBN 0-9631172-1-1. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=mmed.section.1929.
7. Maloy S. 1999. Salmonella
Information. [terhubung berkala]. http://www.Salmonella.org/info.html [11 Apr 2008].
1.
Selasa, 20 September 2011
PEMERIKSAAN LABORATORIUM NEISSERIA GONORRHOE
Neisseria gonorrhoe
Tanpa disadari era globalisasi merambah pada pergaulan anak muda dari yang positif sampai pada yang merugikan, sehingga banyak anak yang baru belasan tahun sudah ada yang menderita penyakit kelamin menurut data dari sebuah laboratorium kesehatan penyakit kelamin tersebut disebabkan oleh kuman / bakteri Neisseria gonorrhoe ( N gonorrhoe ).
Ditularkan melalui hubungan seksual atau menular dari ibu pengindap N gonorrhoe ke bayi yang dilahirkan sehingga bila bayi tertular kuman tersebut akan mengalami peradangan mata bila tidak diobati akan menyebabkan kebutaan.
Gejala pada pada wanita hampir tak tampak biasanya menyerupai keputihan biasa kalau didiamkan akan menyebabkan infeksi panggul hingga menyebabkan kemandulan , pada pria sakit kencing, keluarnya cairan dari kemaluan, mengental hingga kencing nanah bercampur darah.
Kuman / bakteri ini tidak tahan berada diluar tubuh manuasia sehingga tidak menular lewat pemakaian handuk dan toilet bersama.
Bila dilihat dibawah mikroskop merupakan sepasang bakteri berbentuk bulat /coccus ditengahnya ada lekukan seperti buah kopi atau seperti sepasang ginjal bila diwarnai memakai pewarnaan Gram akan terlihat berwarna merah, dilaboratorium kesehatan sering dikenal dengan istilah Gram negatif diplococcus.
Bahan pemeriksaan berasal dari cairan vagina, cairan urethra, nanah/ pus dari mata, Hapus anus, dikirim kelaboratorium mikrobiologi dengan memakai media transfor biasanya Media Stuart atau media Amis pada media tersebut dalam suhu 2-8 derajat Celsius bisa tahan sampai 3 hari.
Bahan pemeriksaan tersebut ditanam/ diisolasi pada media agar coklat dari Thayer Martin dan agar darah sebagai control, diinkubasi pada temperatur 35-37 derajat Celsius dengan suasana CO2 3-5 % selama 48 jam.
Pada Agar coklat terdapat kumpulan bakteri/ koloni berwarna Putih keabuan, licin, mengkilat, diambil satu koloni dan dilanjtkan uji biokimia pada media :
:
- Glukosa cystine trypticase agar (Glukosa CTA),
- Maltosa cystine trypticase agar (Maltosa CTA),
- Sakarosa cystine trypticase agar (Sakarosa CTA).
Hasil uji biokimia dinyatakan positif apabila media berubah warna dari oranye menjadi kuning.
Jika tidak ada perubahan warna, berarti uji biokimia negatif.
Untuk ( N gonorrhoe ) pada Glukosa CTA terjadi perubahan warna oranye menjadi kuning, sedangkan Maltosa CTA dan Sakarosa CTA tidak berubah warna.
Ciri - ciri N. gonorrhoeae
GAMBARAN PREPARAT GRAM | |
| - Dari bahan pemeriksaan langsung : Sebelum diwarnai dengan pewarnaan Gram setelah preparat kering difiksasi dengan methanol absolute selama 5 menit atau ethanol selama 20 menit. Pada Mikroskop : Gram Negatif Diplococcus Ekstraseluler dan Intraseluler atau salah satu, bisa ekstrasel dan atau intrasel saja. - Dari koloni murni : Ketika disuspensikan dengan NaCl 0,85 % suspensi seperti larutan minyak. Pada mikroskop : Gram Negatif Diplococcus |
| Morfologi Koloni pada agar coklat | Agar coklat CO2 36 – 37o C | Agar darah 37 o C | Reaksi Bio Kimia | ||
| | Glukosa CTA | Maltosa CTA | Sakarosa CTA | ||
| Putih keabuan, licin, mengkilat | + | - | + | - | - |
Setelah didapat bakteri yang murni dari hasil isolasi diatas lakukan uji ketahanan terhadap antibiotik sesuai permintaan dokter pengirim atau antibiotik yang telah menjadi bahan tes yang sudah biasa dilakukan dilaboratorium, uji ini berguna untuk menentukan pemberian obat pada penderita tersebut.
*Sumber
- GRADWOLHLS Vol 2 CLINICAL LAB.METHOD AND DIAGNOSTIK
- Data Laboratorium Bakteri
- Dok Pribadi.
Langganan:
Postingan (Atom)
