Selasa, 20 September 2011

PEMERIKSAAN LABORATORIUM NEISSERIA GONORRHOE


Neisseria gonorrhoe

Tanpa disadari era globalisasi merambah pada pergaulan anak muda dari yang positif sampai pada yang merugikan, sehingga banyak anak yang baru belasan tahun sudah ada yang menderita penyakit kelamin menurut data dari sebuah laboratorium kesehatan penyakit kelamin tersebut disebabkan oleh kuman / bakteri Neisseria gonorrhoe ( N gonorrhoe ).
 Ditularkan melalui hubungan seksual atau menular dari ibu pengindap N gonorrhoe ke bayi yang dilahirkan sehingga bila bayi tertular kuman tersebut akan mengalami peradangan mata bila tidak diobati akan menyebabkan kebutaan.
            Gejala pada pada wanita hampir tak tampak biasanya menyerupai keputihan biasa kalau didiamkan akan menyebabkan infeksi panggul hingga menyebabkan kemandulan , pada pria sakit kencing, keluarnya cairan dari kemaluan, mengental hingga kencing nanah bercampur darah.
Kuman / bakteri ini tidak tahan berada diluar tubuh manuasia sehingga tidak menular lewat pemakaian handuk dan toilet bersama.
            Bila dilihat dibawah mikroskop merupakan sepasang bakteri berbentuk bulat /coccus ditengahnya ada lekukan seperti buah kopi atau seperti sepasang ginjal bila diwarnai memakai pewarnaan Gram akan terlihat berwarna merah, dilaboratorium kesehatan sering dikenal dengan istilah Gram negatif diplococcus.
            Bahan pemeriksaan berasal dari cairan vagina, cairan urethra, nanah/ pus dari mata, Hapus anus, dikirim kelaboratorium mikrobiologi dengan memakai media transfor biasanya Media Stuart atau media Amis pada media tersebut dalam suhu 2-8 derajat Celsius bisa tahan sampai 3 hari.
Bahan pemeriksaan tersebut ditanam/ diisolasi pada media agar coklat dari Thayer Martin dan agar darah sebagai control, diinkubasi pada temperatur  35-37 derajat Celsius dengan suasana CO2 3-5 %  selama 48 jam.
Pada  Agar coklat terdapat kumpulan bakteri/ koloni berwarna Putih  keabuan, licin, mengkilat, diambil satu koloni dan dilanjtkan uji biokimia pada media :
:
-                Glukosa cystine trypticase agar (Glukosa CTA),
-                 Maltosa cystine trypticase agar (Maltosa CTA),
-                Sakarosa cystine trypticase agar  (Sakarosa CTA).

Hasil uji biokimia dinyatakan positif apabila media berubah warna dari oranye menjadi kuning.
Jika tidak ada perubahan warna, berarti uji biokimia negatif.
Untuk ( N gonorrhoe ) pada Glukosa CTA terjadi perubahan warna oranye menjadi kuning, sedangkan Maltosa CTA dan Sakarosa CTA tidak berubah warna.

Ciri - ciri N. gonorrhoeae

GAMBARAN PREPARAT GRAM                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                


 - Dari bahan pemeriksaan langsung :
Sebelum diwarnai dengan pewarnaan Gram setelah preparat kering difiksasi dengan methanol absolute selama 5 menit atau ethanol selama 20 menit.
 Pada Mikroskop :
Gram Negatif Diplococcus Ekstraseluler dan Intraseluler atau salah satu, bisa ekstrasel dan atau intrasel saja.

- Dari koloni murni :
Ketika disuspensikan dengan NaCl 0,85 % suspensi seperti larutan minyak.
Pada mikroskop : Gram Negatif Diplococcus





Morfologi Koloni
pada agar coklat
Agar coklat
CO2
36 – 37o C
Agar darah 37 o C
Reaksi Bio Kimia                                                                                   

Glukosa CTA
Maltosa CTA
Sakarosa CTA

Putih  keabuan, licin, mengkilat

+

-

+

-

-

Setelah didapat bakteri yang murni dari hasil isolasi diatas lakukan  uji ketahanan terhadap antibiotik sesuai permintaan dokter pengirim atau antibiotik yang telah menjadi bahan tes yang sudah biasa dilakukan dilaboratorium, uji ini berguna untuk menentukan pemberian obat pada penderita tersebut.

*Sumber
- GRADWOLHLS Vol 2 CLINICAL LAB.METHOD AND DIAGNOSTIK
- Data Laboratorium Bakteri 
- Dok Pribadi.

Senin, 27 Juni 2011

Air Murni / Purified Water



Air Murni 
Air Murni merupakan salah satu  air dasar yang digunakan untuk keperluan   farmasi seperti melarutkan reagen –reagen pada proses produksi Farmasi seperti produksi vaksin dan obat - obatan,  yang diperoleh dari air sumur, air PDAM atau kombinasi dari kedua air asal tersebut melalui proses filtrasi, deionisasi, prefiltrasi, Ultrafitrasi. 
Untuk menhindarkan komtaminasi bakteri sebelum digunakan,  kontrol secara mikrobiologi terhadap kualitas air sangat penting mengingat  saat ini rendahnya kualitas air dari larutnya material yang kontak, adsoprsi oleh material yang kontak higienitas atau sanitary,  proliferasi mikroorganisma dan untuk mengendalikan mikroba supaya tidak mengkontaminasi hasil produksi, air murni ini mempunyai kegunaan untuk awal kemasan primer, pencucian peralatan laboratorium dan pencucian awal peralatan produksi.( Pharmacopean monographs for water are )


SPESIFIKASI  AIR MURNI / PURIFIED WATER
Jenis Uji
Persyaratan
Pemerian
Larutan jernih, tidak berbau, tidak berwarna
pH
Antara 5 – 7
Ammonium
Tidak lebih dari 0,3 mg/l
Logam berat
Tidak ada perubahan warna dengan larutan hidrogen sulfide LP
Karbon dioksida
Tidak ada perubahan warna dengan larutan kalsium hidroksida 
Kalsium
Tidak ada kekeruhan dengan larutan ammonium oksalate LP
Klorida
Tidak ada endapan/kekeruhan putih dengan larutan AgNO3 LP
Sulfat
Tidak ada kekeruhan dengan larutan barium kloride LP
Bahan teroksidasi
Warna larutan  kalium permanganat 0,1 N tidak hilang setelah dipanaskan
Total Solid
Tidak lebih dari  0,001 %
Bioburden
Kurang dari 100 CFU/ml
Keberadaan
pathogen
spesifik
Tidak ditemukan E. Coli
USP 27 dan WHO TRS 929

Air Murni yang diproses lebih lanjut akan menghasilkan air untuk injeksi /WFI (Water for Injection ) & uap murni. Air murni mempunyai spesifikasi terhadap persyaratan kimia  juga persyaratan  mikrobiologi yaitu bilangan mikroba kurang dari 100  CFU ( coloni forming Unit ) / mL dan keberadaan pathogen spesifik tidak ditemukan yaitu Coliform dan Eschericia coli.(USP.27.& WHO.TRS.929).

Coliform dan E.coli merupakan bakteri berbentuk batang bersifat Gram negatif merupakan flora normal pada saluran  pencernaan manusia dan binatang disebut bakteri spesifik karena merupakan indikator adanya kontak dengan feces yang berasal dari mamalia berdarah panas yang dapat menyebabkan kontaminasi pada produk..(Jawetz, Melnik & Adelberg’s,2005: 358-360)